Modul 10: Perjanjian Lisensi HAKI. oleh: Theofransus Litaay, S.H., LL.M.

Deskripsi Umum Matakuliah

Substansi yang dipelajari: Defenisi dan bentuk perjanjian lisensi HaKI.

Estimasi waktu : 150 menit

Tujuan Khusus

  • Mahasiswa dapat menyebutkan pengertian Perjanjian Lisensi HaKI.

  • Mahasiswa dapat menjelaskan bentuk dasar dari Perjanjian Lisensi HaKI.

Gambaran Tugas Dosen dan Mahasiswa

Tugas Dosen:

  • Mempersiapkan materi dan modul
  • Menyampaikan penjelasan di kelas
  • Memberikan tugas untuk dikerjakan
  • Melakukan evaluasi

Tugas Mahasiswa:

  • Mempersiapkan diri dengan membaca dari sumber-sumber yang diberikan dosen
  • Mengikuti kegiatan tatap muka
  • Mengikuti kegiatan evaluasi

1. PENGERTIAN

Perjanjian Lisensi pada dasarnya adalah pemberian ijin oleh pemegang hak kepada pihak lain untuk memanfaatkan haknya (tanpa terjadi pengalihan hak). Pemanfaatan tersebut dapat berupa perbanyakan, pengumuman, ataupun penyewaan. Pemegang hak paten dapat memberikan ijin melalui perjanjian lisensi kepada pihak lain untuk melaksanakan penemuannya. Isi perjanjian lisensi harus tidak menyimpang dari ketentuan dalam Undang-undang.

2. BENTUK

Perjanjian lisensi sebagaimana di atas, dapat memuat hal-hal sebagai berikut: (Beberapa bagian dari Perjanjian ini memanfaatkan isi perjanjian lisensi software komputer)

i.Hak-hak yang diberikan dalam lisensi.[1]

        1. Hak khusus/tidak khusus, terutama berkaitan dengan produk yang seragam.
        2. Dapat ditarik kembali/tidak, sehubungan dengan masalah pelanggaran.
        3. Hak untuk menggunakan manual pemakaian dan dokumentasi terkait.

ii.Jangka waktu lisensi.

a. Tidak terbatas atau terbatas.

b. Hak memperbarui dan jangka waktunya.

    • Ruang lingkup lisensi.[2]
      1. Lisensi pada aspek apa, apakah pada penggunaan secara internal saja?
      2. Jumlah pengguna, pengguna yang disebutkan namanya atau yang konkuren dan variasi lain.
      3. Jumlah unit/produk.
      4. Hak memperbanyak untuk cadangan, hak untuk hak cipta.
      5. Hak untuk merubah penemuan dan mengkombinasikannya dengan produk lain, siapa yang menjadi pemilik hasil modifikasi dan masalah hak cipta.
    • Pembatasan pengalihan dan sublisensi
      1. Biasanya lisensi tidak boleh dialihkan, ditransfer, disublisensikan atau dijaminkan.
      2. Biasanya lisensee tidak boleh menggunakan penemuan untuk kepentingan pihak di luar perjanjian (pelatihan bagi pihak ketiga), membagi pemakaian secara komersial, menyewakan, atau penggunaan untuk layanan lain.
      3. Pembatasan penggunaan pada lokasi tertentu saja.
    • Hak atas Source Code. (bagi lisensi Software computer)
      1. Apakah lisensee perlu memperoleh atau mempunyai akses kepada kode sumber? Seberapa praktis jika boleh.
      2. Kestabilan lisensor.
      3. Source code escrow dan pilihannya.
      4. Pembatasan terhadap kapan source code dapat diakses atau digunakan.
      5. Apakah updating source code dimungkinkan bagi lisensee.
    • Pemilikan atas penemuan
      1. Menyatakan pemilikan lisensor atas seluruh hak, hak cipta, merek, dan seluruh hak pemilikan lainnya dalam penggunaan produk dan dokumen terkait.
      2. Pengakuan akan rahasia dagang.
      3. Pembatasan akses bagi pegawai, konsultan, atau pihak ketiga.
      4. Pemilikan merupakan representasi lisensor atas penemuan.
      5. Masalah pemilikan dalam kaitan dengan modifikasi lisensee.
      6. Pemilikan akan salinan yang diciptakan pengguna.
    • Ketentuan pembayaran.[3]
      1. Jadwal pembayaran.
      2. Discount
      3. Pembayaran dalam kaitan dengan penerimaan lisensee atas pengujian produk
      4. Fee atas keterlambatan
      5. Biaya pengiriman barang.
      6. Penjualan, pengunaan, hak milik, pajak pertambahan nilai dan jenis pajak lainnya selain pajak yang didasarkan pada penerimaan lisensor.
    • Prosedur penerimaan.
      1. Hak untuk menguji pada periode waktu yang ditentukan.
      2. Hak untuk menolak dan akibat penolakan.
    • Pelatihan.
      1. Skopa pelatihan yang disediakan lisensor.
      2. Biaya.
      3. Lokasi.
      4. Jumlah peserta.
      5. Pelatihan pegawai baru, setelah pelatihan awal.
    • Jaminan/Warranties[4]
      1. Lisensor akan memberikan warranty yang sangat terbatas misalnya syarat jaminan atas kerusakan fisik dan pengerjaannya hanya berlaku 90 hari pertama.
      2. Lisensee boleh meminta warranty bahwa paling tidak penemuan berfungsi dalam fungsi yang digambarkan dalam dokumen.
      3. Jangka waktu warranty.
      4. Prosedur pemberitahuan terhadap lisensor tentang kerusakan.
      5. Prosedur dan waktu tanggapan untuk perbaikan atas masalah yang terjadi.
      6. Modifikasi atas produk akan menghapus warranty?.
      7. Disclaimer secara eksplisit oleh lisensor mengenai:
        1. Kemampuan untuk diperdagangkan.
        2. Kecocokan bagi tujuan terkait.
        3. Dioperasikan bebas dari kesalahan.
        4. Warranties lainnya baik yang tersurat maupun tersirat, selain yang secara eksplisit dinyatakan dalam perjanjian.
    • Pembatasan tanggung jawab lisensor.
      1. Lisensor tidak ada bertanggung jawab atas kerusakan tidak langsung, khusus, kecelakaan, kerusakan karena akibat yang wajar, baik dalam kontrak, perbuatan melawan hukum, ataupun tanggung jawab produk.
      2. Lisensor tidak bertanggung jawab atas kehilangan keuntungan / pendapatan / data / atau penggunaan atau biaya dari produk pengganti baik karena masalah kontrak, perbuatan melawan hukum, ataupun tanggung jawab produk.
      3. Pembatasan terhadap jumlah total kerusakan, misalnya seluruh atau sebagian fee lisensi yang dibayarkan.
      4. Pemendekan pengaturan batasan dimulainya tindakan sejak kerusakan terjadi (misalnya enam bulan atau satu tahun).
    • Hak inspeksi
      1. (lisensor berhak untuk menginspeksi pekerjaan lisensee apakah dilakukan sesuai isi perjanjian);
    • Layanan pendukung dan pemeliharaan
      1. Ruang lingkup layanan pendukung dan pemeliharaan.
      2. Waktu tanggapan lisensor untuk mengatasi masalah.
      3. Pembayaran.
      4. Dibolehkannya penaikan harga.
      5. Hubungan dengan perjanjian terpisah.
    • Tidak mengungkap informasi rahasia[5].
      1. Persetujuan untuk menyimpan berbagai informasi rahasia.
      2. Jangka waktu kerahasiaan.
      3. Lingkup informasi yang dilindungi: jangka waktu persetujuan, harga, informasi lainnya yang ditentukan sebagai rahasia.
      4. Pengecualian:
        1. informasi yang merupakan bagian dari milik umum (public domain) tanpa adanya tindakan dari pihak lain.
        2. informasi yang merupakan penguasaaan pihak lain secara sah sebelum adanya pengungkapan.
        3. informasi yang secara sah diperoleh dari pihak ketiga tanpa ada pembatasan atas pengungkapan.
        4. informasi yang secara independen dikembangkan.
      5. Perjanjian untuk mengambil langkah-langkah yang wajar agar membuat karyawan bertindak sesuai dengan batasan kerahasiaan.
    • Denda atas pelanggaran
      1. Lingkup denda.
      2. Pemberitahuan kepada lisensor tentang klaim tidak adanya pelanggaran.
      3. Pengawasan dan penyelesaian oleh lisensor.
      4. Pilihan kepada lisensor untuk menggantikan atau memperbaiki produk.
    • Pengakhiran perjanjian[6].
      1. Hak lisensor untuk mengakhiri.
      2. Hak lisensee untuk mengakhiri.
      3. Gagal bayar dan sengketa tentang pembayaran yang disyaratkan.
      4. Akibat pengakhiran kontrak, kelangsungan (survival) akan hak dan kewajiban pembayaran.
      5. Pengembalian barang, dokumen-dokumen, dan salinan produk setelah pengakhiran kontrak
      6. Kewajiban lisensee berhenti menggunakan barang setelah pengakhiran kontrak.
      7. Sertifikasi oleh lisensee mengenai berhentinya menggunakan produk setelah pengakhiran dan pengembalian produk, salinan dan dokumen-dokumen.
    • Masalah khusus lain.
      1. Klausula most favored nation[7].
      2. Perlindungan harga.
      3. Pemasangan.
      4. Konfigurasi perangkat keras (misalnya untuk produk software komputer).
    • Lain-lain.
      1. Hukum yang mengatur.
      2. Yurisdiksi, misalnya sebab-sebab tindakan hanya dapat digugat di negara dimana kantor prinsipal dari lisensor berada.
      3. Pemberitahuan.
      4. Hubungan antar pihak.
      5. Penafsiran terhadap isi kontrak.
      6. Fee pengacara.
      7. Force majeure[8], dll.

Lisensi Wajib:

Dalam hal Paten, terhadap paten yang tidak dilaksanakan oleh pemegang hak, pihak ketiga dapat meminta pengadilan menetapkan dirinya sebagai penerima lisensi dalam rangka dapat melaksanakan paten tersebut. Tindakan ini disebut sebagai lisensi wajib.



[1] Sample ketentuan yang pro-Lisensor:

License. Subject to the terms and conditions herein, Licensor hereby grants to Licensee a limited, revocable, non-exclusive, non-transferable license to use the software listed on the first page hereof (the “Software”) for Licensee’s own internal business uses at the localities identified on the first page thereof, together with the associated manual and other related printed material (“Documentation”) provided with this package for the term indicated on the first page hereof. The fees for the license hereunder are set forth on the first page hereof.” [Lisensi. tunduk pada syarat-syarat dan jangka waktu disini, lisensor bersama ini memberikan kepada lisensee ijin yang terbatas, dapat ditarik, tidak khusus, dan tidak dapat dialihkan untuk menggunakan software yang disebut dalam halaman pertama disini (Software) bersama dengan manual terkait dan bahan-bahan cetakan terkait lainnya (Dokumentasi) yang disediakan bersama paket ini untuk jangka waktu yang ditentukan pada halaman pertama disini. Fee bagi lisensi dibawah ini ditentukan pada halaman pertama disini]

[2] Sample ketentuan yang pro-Licensor: “Prohibited Uses. Licensee may not (a) make copies of the Software, Documentation or program disks, except for back-up purposes, which back-up copies are subject to the terms of this Agreement; (b) re-sell, loan, rent, pledge, assign, sub-license or otherwise transfer the Software, Documentation, or any related data, except as provided above; (c) alter, modify or adapt the Software Documentation, including, but not limited to, translating, reverse engineering, decompiling, disassembling or creating derivative works; (d) utilize the Software in conjunction with any automated valuation software system, or (e) use the Software for commercial time-sharing, rental, or service bereau use.” [Larangan penggunaan. Lisensee tidak boleh (a) membuat salinan Software, Dokumentasi atau disket program, kecuali untuk tujuan back-up, yang mana tunduk pada ketentuan Perjanjian ini; (b) menjual kembali, meminjamkan, menyewakan, menjaminkan, mengalihkan, men-sub-lisensikan, atau sebaliknya memindahkan Software, Dokumentasi, atau data terkait apapun, kecuali yang diatur di atas; (c) memperbaiki, merubah,atau menggubah Dokumentasi Software, termasuk, tapi tidak terbatas pada, menerjemahkan, melakukan rekayasa balik, menguraikan, membongkar, atau menciptakan karya derifatif; (d) memanfaatkan Software dalam hubungan dengan suatu sistem perangkat lunak penilaian otomasi apapun, atau (e) menggunakan Software bagi penggunaan komersial, penyewaan, atau penggunaan kantor.]

[3] Sample ketentuan yang pro-Licensor: “Payment and Taxes. All fees and other charges stated herein are due and payable within fifteen (15) days after the date of invoice. A charge of no more than one and one-half percent (1-1/2%) per month will be assessed on the late payments until paid in full. Amounts payable to Licensor as specified are payable in full to Licensor without deduction and are net of taxes; in addition to such amount, Licensee shall pay sums equal to all taxes (including, without limitation, sales, use privilege, ad valorem or excise taxes) however designated, levied, or based on amounts payable to Licensor under this agreement or on Licensee’s use or possession of the Software and/or Documentation under this Agreement, but exclusive of United States federal, state and local taxes based on Licensor’s net income.” [Pembayaran dan Pajak. Seluruh fee dan pengenaan biaya lain yang dinyatakan disini adalah jatuh tempo dan dapat dibayarkan dalam waktu lima belas (15) hari setelah tanggal invoice. Pengenaan biaya yang tidak lebih dari satu dan satu setengah (1-1/2%) per bulan akan diperhitungkan terhadap keterlambatan pembayaran sampai dilunasi. Jumlah yang dapat dibayarkan kepada Lisensor sebagaimana ditentukan dibayarkan secara penuh kepada Lisensor tanpa potongan dan bersih dari pemajakan; sebagai tambahan atas jumlah seperti itu, Lisensee harus membayar jumlah yang setara dengan seluruh pajak (termasuk, tanpa pembatasan, pajak penjualan, penggunaan khusus, pajak kekayaan dan cukai) apapun tujuan, pengumpulan, atau dasar terhadap jumlah yang dapat dibayarkan Lisensor menurut perjanjian ini atau atas penggunaan atau penguasaan Lisensee akan Software dan/atau Dokumentasi menurut Perjanjian ini.]

[4] Sample ketentuan yang pro-Lisensor:

Limited Warranty. The sole warranty regarding the Software and Documentation is that the original disks (or CD-ROMs) are free from physical defects in material and workmanship, assuming proper use, for a period of thirty (30) days after delivery, and provided Licensee returns the item within thirty (30) days of delivery. Licensor will either, at its discretion, (i) replace the defective media or Documentation or (ii) refund the license fee paid for the defective disks. These are the Licensee’s sole remedies for any breach of any representation or warranty.” [Jaminan Terbatas. Jaminan terhadap Software dan Dokumentasi hanyalah bahwa disket asli (atau CD ROM) bebas dari kerusakan fisik secara material dan pembuatannya, bila digunakan secara tepat, untuk jangka waktu tigapuluh (30) hari setelah pengiriman, dan mensyaratkan Lisensee mengembalikan barang tersebut dalam tigapuluh (30) hari dari pengiriman. Lisensor akan, secara diskresi, (i) menggantikan barang yang rusak atau Dokumentasi atau (ii) mengembalikan fee lisensi bagi barang yang rusak. Ini adalah satu-satunya penyelesaian Lisensee atas pelanggaran pernyataan atau jaminan apapun.]

[5] Sample ketentuan yang pro-Lisensor: “Nondisclosure. The Software and the Documentation are agreed to be Licensor’s proprietary information, intellectual property and trade secrets, whether or not any portion thereof is or may be validly copyrighted or patented. Licensee shall take all reasonable steps necessary to ensure that the Software and Documentation, and any portion thereof, are not made availabe or disclosed by Licensee or by any of its employees to any other person, form or corporation. Licensee agrees that all those individuals having access to the Software under this Agreement shall observe and perform this nondisclosure covenant, and that, upon Licensor’s reasonable request, it will advise Licensor of the procedures employed for this propose”. [Tidakmengungkapkan. Dokumentasi dan Software disepakati menjadi informasi, HaKI, dan rahasia dagang milik Lisensor, baik ada atau tidak suatu bagian darinya secara sah di-hak cipta-kan atau di-paten-kan. Lisensee akan mengambil semua langkah yang wajar untuk menjamin bahwa Software dan Dokumentasi, dan bagian apapun darinya, tidak diungkapkan oleh Lisensee atau oleh pegawainya kepada orang lain, perusahaan, atau lembaga. Lisensee sepakat bahwa semua individu yang memiliki akses kepada Software dalam Perjanjian ini harus mematuhi dan melaksanakan perjanjian kerahasiaan ini, dan bahwa berdasarkan permintaan Lisensor yang wajar, akan menyarankan Lisensor mengenai prosedur yang digunakan bagi tujuan ini.]

[6] Sample ketentuan yang pro-Lisensor:

Termination. This license and Licensee’s right to use the Software and Documentation automatically terminates if it fails to comply with any provision of this Agreement. Upon termination, Licensee shall immediately return all Documentation and the Software.” [Pengakhiran. Lisensi ini dan hak Lisensee untuk menggunakan Dokumentasi dan Software secara otomatis berakhir jika dia gagal untuk memenuhi ketentuan-ketentuan dalam Perjanjian ini. Pada waktu pengakhiran, Lisensee akan segera mengembalikan seluruh Dokumentasi dan Software.]

Survival. Termination of this Agreement shall not affect any of Licensor’s right, remedies, and protections hereunder.” [Sisa hak. Pengakhiran Perjanjian ini tidak akan mempengaruhi hak, penyelesaian, dan perlindungan terhadap Lisensor dibawah.]

[7] Dalam hal perjanjian lisensi dengan pihak asing, merupakan kewajiban untuk memberikan perlakuan yang paling menarik sebagaimana yang dilakukan juga kepada pihak dari negara lainnya.

[8] Force majeure adalah keadaan terpaksa yang terjadi di luar kendali para pihak yang menimbulkan kerugian, atau kerusakan, misalnya bencana alam, musibah kecelakaan, dll.

About these ads

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s